Ketua DPC PWDPI Tebingtinggi, Soroti Kinerja Manager PTPN4 Kebun Pabatu dan Minta di Evaluasi
Font Terkecil
Font Terbesar
Tebing Tinggi BOKASNEWS.COM
Dinilai kurang profesional dalam mengelola perusahaan perkebunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kinerja manager PTPN4 Regional 2 Kebun Pabatu, inisial (DN) pun di soroti oleh beberapa lembaga penggiat sosial masyarakat diantaranya organisasi Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kota Tebingtinggi.
Kinerja manager PTPN4 Regional 2 Kebun Pabatu ini memang kurang profesional lah dalam mengelola perusahaan perkebunan kelapa sawit milik BUMN. Dimana setiap saat panen sawit. Banyak sekali buah sawit atau yang biasa disebut "brondolan" tidak diangkut saat panen.
Penyampaian tersebut langsung dikatakan oleh Ketua DPC Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kota Tebingtinggi, Tugiaman Saragih, pada media Kamis (3/7).
Ketua Tugiaman biasa disapa Togi. Dirinya menuturkan seperti halnya ketika ia melintas di jalan areal kebun Afd 1 dan Afd 7 Pabatu. Menurutnya banyak buah brondolan yang sudah menjadi gulma tumbuh subur disekitar pohon kelapa sawit.
"Banyak disekitar areal kebun Pabatu kita temui tanaman bibit sawit (baby) yang tumbuh subur di sekitar areal kebun kelapa sawit. Ini penyebabnya kita duga karena buah sawit jenis brondolan tersebut tidak ikut diangkut dan dibiarkan saja di areal kebun saat panen. Akibatnya brondolan jadi tumbuh subur, hal ini tentu merugikan perusahaan" ujar Togi.
Akibatnya produksi sawit perusahaan bisa turun dan mengakibatkan bertambahnya biaya kost atau perawatan kebun hanya untuk membersihkan anakkan sawit yang tumbuh diareal kebun.
Kemudian Togi pun menambahkan, Ia sangat menyayangkan sikap manager PTPN4 Kebun Pabatu yang bersikap acuh tak acuh dan kerap melakukan pembiaran terkait tidak diangkut brondolan kelapa sawit saat panen.
"Fakta ini sangat ironis sekali. Jika manager DN tegas dan ia mau menerapkan sistem dan aturan sesuai dengan regulasi perusahaan perkebunan tentu hal ini bisa diatasi dan produktivitas hasil panen bisa meningkat.
Tapi kalau terus diabaikan dan cuek aja tentu produktivitas perusahaan bisa menurun dan ini merugikan negara " papar Togi.
Sebagai leader atau pimpinan, manager DN itu punya peran dan tanggungjawab. Tinggal beri aturan kepada Asisten Kepala (Askep), Asisten Afdeling, mandor satu ,krani produksi untuk bisa bekerja dengan baik saat panen sawit sesuai penerapan ISO 9001.
Togi menjelaskan penerapan pada brondolan Sawit sesuai ISO 9001
- Dimana dalam konteks produksi kelapa sawit, ISO 9001 dapat membantu memastikan bahwa proses panen, pengangkutan, dan penanganan brondolan dilakukan secara efisien untuk meminimalkan kehilangan hasil. Brondolan yang tidak diangkut dapat menyebabkan kerugian karena brondolan tersebut mengandung minyak yang dapat diekstraksi.
- Pentingnya Pengelolaan Brondolan
- Brondolan yang tidak dikutip bersih dapat menyebabkan masalah seperti gulma, persaingan unsur hara, dan penurunan kualitas minyak.
Apalagi kata Togi semenjak manager DN ini bertugas di Kebun Pabatu. Kebun terlihat semak belukar dimana -mana.
"Kita sangat heran melihat manager kebun sawit Pabatu DN ini. Bisanya kebun ditumbuhi gulma dan semak belukar biarkannya tumbuh. Kemana dia buat dana untuk perawatan kebun yang selalu di siapkan oleh perusahaan atau dari Kantor Direksi (Kandir)" tambah Togi kesal.
Maka untuk itu dalam waktu dekat ini PWDPI Kota Tebingtinggi segera melayangkan surat ke pihak management perusahaan Pamko maupun pimpinan Holding di Jakarta
"Kita segera akan melayangkan surat ke Pamko dan Pimpinan Holding di Jakarta agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja manager DN Kebun Pabatu " jelas Togo
Sementara itu DN manager kebun Pabatu maupun APK untuk dimintai tanggapan terkait hal ini sulit ditemui dan bila di WhatsApp hanya dibaca saja tanpa ada balasannya.(T)



