Kebun Semak, Brondolan Sawit di Biarkan, APK PTPN 4 Kebun Pabatu Regional 2, Kerap Menghindar !
Font Terkecil
Font Terbesar
Sergai BOKASNEWS.COM
Banyaknya kejanggalan dan pembiaran terkait adanya buah kelapa sawit berupa brondolan yang tidak diangkut dan dibiarkan saja tinggal di areal PTPN4 Kebun Pabatu Regional 2. Hal ini tentu merugikan negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Selain brondolan sawit yang tidak di angkut ke pabrik untuk di olah. Di areal kebun terlihat juga pohon kelapa sawit ditumbuhi tanaman parasit gulma serta anak pohon kayu yang menempel tumbuh di pohon dibiarkan tidak dilakukan perawatan.
Terkait hal tersebut Assisten Personalia Kebun (APK) atau Humas Kebun Pabatu, Hendra saat mau di konfirmasi kru media Bongkar Kasus News. Dirinya selalu menghindar. Bila di WhatsApp tanda dibaca centang biru. Namun ia tak mau membalasnya.
Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten/Kota Tugiaman Saragih saat di konfirmasi media Selasa (1/7/2025) dirinya menyayangkan, apa yang dilakukan APK Kebun Pabatu Hendra kerap mengindari wartawan. Padahal apa yang dilakukan jurnalis untuk konfirmasi sebagai bahan penyeimbang pemberitaan
"Kita sangat menyayangkan sekali sikap APK Kebun Pabatu Hendra yang kerap menghindar bila mau di konfirmasi. Padahal itu adalah tugasnya sebagai Humas atau juru bicara di perusahaan milik BUMN kebun Pabatu." ujar Togi
Menurut Tugiaman biasa disebut Togi " Wartawan itu adalah Kawan Bukan Lawan" tambahnya.
Kemudian Togi menjelaskan bahwa akibat bila buah sawit brondolan dan kebun sawit semak belukar milik PTPN4 Kebun Pabatu dilakukan pembiaran tentu akan berdampak kerugian bagi BUMN PTPN4
Dimana secara kerugian Finansial. Buah sawit brondolan yang tidak diangkut atau dipanen dapat menyebabkan kerugian finansial bagi PTPN4. Karena buah yang jatuh tidak dapat dipanen dan dijual.
Kemudian akan berdampak terjadi penurunan produktivitas. Buah sawit brondolan dapat menurunkan produktivitas kebun sawit karena buah yang jatuh tidak dapat dipanen dan digantikan dengan buah yang baru.
Selain itu dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan biaya pemeliharaan kebun. Sebab buah sawit brondolan dapat meningkatkan biaya pemeliharaan kebun sawit karena perlu dilakukan pembersihan karena buah sawit brondolan yang tinggal akan tumbuh jadi anak kan sawit, tutur Togi.
Selanjutnya kata Togi. Akibat Kebun Sawit di Pabatu milik PTPN4 Regional 2 yang tidak dirawat dan ditumbuhi parasit dan pohon kayu yang menempel serta kebun semak belukar:
Togi memaparkan akibat dari pembiaran dan tidak dilakukan perawatan dikebun Pabatu PTPN4 dapat berakibat
Terjadinya penurunan produktivitas buah sawit. Karena kebun sawit yang semak belukar dapat menurunkan produktivitas buah. Dimana tanaman sawit tidak dapat tumbuh sehat dengan baik dan buah sawit tidak dapat dipanen secara berkala dengan efektif.
Lalu kata Togi dapat terjadi peningkatan biaya pemeliharaan. Akibat kebun sawit yang semak belukar tentu dapat menaikkan ongkos atau meningkatkan biaya pemeliharaan. Karena perlu dilakukan pembersihan dan pengelolaan semak belukar.
Risiko lainnya sebut Togi bisa berakibat terjadi kebakaran. Kebun sawit yang semak belukar dapat meningkatkan risiko kebakaran karena semak belukar dapat menjadi penyebab karena mudah terbakar.
Tak hanya itu saja , areal kebun sawit di areal kebun Pabatu yang semak belukar dapat menimbulkan gangguan hama dan penyakit. Kebun sawit yang semak belukar dapat meningkatkan risiko gangguan hama dan penyakit karena semak belukar dapat menjadi tempat berkembang biak hama dan penyakit jelas Togi.
Untuk itu Tugiaman Saragih meminta agar PTPN 4 Regional 2 kiranya dapat segera turun untuk melihat kondisi secara langsung kondisi diareal Kebun Sawit
" Kita minta dan berharap agar pihak PTPN4 dapat turun langsung melihat kondisi areal kebun Pabatu PTPN4 Regional 2" sebut Togi
Kemudian Togi minta agar Manager Kebun Pabatu Regional 2 PTPN4 dapat memberikan teguran ataupun sanksi kepada APK Kebun Pabatu Hendra yang tertutup dan tidak humanis terhadap wartawan atau media.
"Hendra APK Kebun Pabatu PTPN4 Regional 2 itu orangnya tidak komunikatif. Dirinya selalu tertutup dan sulit di temui. Kemudian ia kerap menghindar bila ingin di konfirmasi oleh media. Padahal kan media itu kawan bukan lawan. Dirinya sungguh berbeda dengan APK sebelumnya" tambah Togi (TS)


